Sebagai sekolah STEM pertama yang berbasis Alquran di Jawa Timur, tradisi ilmiah melalui proses pembelajaran yang mengedepankan konsep berfikir secara saintifik di SMP Al Furqan MQ Tebuireng sudah menjadi hal yang melekat.
Hasilnya pun bukan isapan jempol semata. Rentetan prestasi dan jejak pengalaman berlomba di kompetisi sains, baik level internasional dan nasional, sudah dirasakan oleh para santri di SMP Al Furqan MQ Tebuireng.
Oleh karenanya, bibit-bibit prestasi tersebut mestilah dibarengi dengan tumbuh kembangnya tradisi akademik yang baik bagi para santri dan guru. Oleh karenanya, pada Kamis 7 Mei 2026, dewan guru SMP Al Furqan MQ mengadakan pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Dipandu oleh dua narasumber, yakni Anisa Mu’asomah, S.Pd. dari MTs Sains Salahudin Wahid dan M. Shohibul Choir, S.Pd. dari SD Islam Ir Soedigno, pelatihan KTI berlangsung diskursif.
Dalam pemaparan materi dan pendiskusian tentang KTI, para guru dipantik serta didorong untuk senantiasa mengembangkan seraya menuangkan gagasan mengenai dinamika pendidikan secara ilmiah dan solutif.
Tak hanya itu. Budaya untuk melakukan dan menulis riset dalam kelas maupun di luar kelas sebagai bentuk kekritisan buah pemikiran para guru SMP Al Furqan MQ Tebuireng.
Menurut Bapak Kepala SMP Al Furqan MQ Tebuireng, Abdul Ghofur, S.Pd. pemaparan dan pelatihan KTI semacam ini wajib. Sebab di dalamnya memuat banyak muatan nilai yang penting untuk peningkatan mutu pendidikan di SMP Al Furqan MQ Tebuireng.
“Pelatihan KTI ini selain menjadi penguatan tradisi akademik, juga sebagai upaya penyelarasan pembelajaran. Mulai intrakurikuler, kokurikuler, sampai ekstrakurikuler. Sehingga tradisi akademik akan menciptakan pembelajaran yang kreatif, analitis, kritis, dan kolaboratif, sebagai bentuk jawaban dari permasalahan dan tantangan zaman yang ada. Baik hari ini maupun kedepannya,” tegas Bapak Abdul Ghofur, S.Pd.




