Kancil dan Buaya

Oleh : Haidar Kholilur Rahman Kelas IX Bahasa

Pada suatu hari Kancil menerima undangan pesta makan dari Raja Hutan. Senyum lebar terus tersungging di wajahnya, perasaan Kancil begitu bahagia. Hingga ia sulit untuk menahan kebahagiaan itu. Ia pun berjalan dengan riang menyusuri hutan yang sangat luas dan seolah tak berujung itu.

Dan, Si Kancil terus melangkah dengan hati gembira menuju singgasana Raja Hutan.

Namun, saat tiba di area sungai yang lebar, Kancil melihat sekelompok buaya yang sedang diam. Buaya-buaya itu tersenyum kecil, mengira Kancil akan menjadi santapan yang lezat bagi mereka.

Akan tetapi, ternyata. Si Kancil tidak gemetar. Kancil tidak takut dan percaya diri menghadapi ancaman buaya-buaya tersebut. Bukan apa-apa, ia justru menunjukkan senyum dan sorot mata yang sangat cerah.

Ia langsung memutar otak untuk mencari cara agar bisa menyeberang. Akhirnya, Kancil memiliki sebuah ide cemerlang.

Ia berkata kepada mereka, para Buaya.

“Wahai penghuni sungai, aku diutus oleh Raja Sulaiman untuk menyerahkan undangan makan malam kepada semua penghuni hutan. Oleh karena itu, aku meminta semua buaya untuk berbaris rapi dari tepi sungai ke tepi sungai yang lain, agar aku dapat menghitung kalian semua sambil menyeberang.”

Kancil tak menduga, Bahwa akhirnya, para Buaya itu mempercayai perkataan Si Kancil. Mereka setuju dan mempersilakan Si Kancil untuk menyeberang di atas punggung mereka.

Hingga akhirnya, Kancil dengan mudah berhasil menyeberangi sungai tersebut dan meninggalkan kelompok Buaya yang sudah ingin menerkam Kancil sebelumnya.

Kancil lari sekuat tenaganya. Ia berlari dengan napas yang terengah-engah melewati hutan lebat dan jalanan yang berbatu. Buaya pun marah. Karena merasa dibohongi Kancil.

Kancil yang terus berlari, akhirnya sampai di singgasana Raja Hutan. Kancil merasa lega. Dan ia kembali mengeluarkan senyum yang terus mengembang di wajahnya. Ia pun makan sepuasnya bersama Raja Hutan.

Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa kecerdikan dan ketenangan menghadapi rintangan merupakan pelajaran penting dalam menjalani hidup ini.

*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Trial Class 2026 Dibuka !
Back To School : Langkah Baru Se...

Prestasi

Juara II Nasional Stor...
Juara 3 Banjari ISCO S...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman