Pembelajaran efektif telah dilaksanakan. Hal ini menandai sebuah perjalanan dan perjuangan santri baru dalam menimba ilmu Alquran dan STEM di SMP Al Furqan MQ. Pada perjalanan dan perjuangan santri baru inilah, peran wali santri baru dalam memahami bentuk dan dukungan proses belajar para santri baru.
Untuk itulah, sebagai upaya merawat sinergi bersama wali santri baru Kelas VII, pada Ahad Malam, 26 Juli 2026, SMP Al Furqan MQ menggelar Zoom Parenting bertajuk Melepas Dengan Ikhlas Mendampingi Dengan Doa.
Menghadirkan Ibu Widayati Lestari, S.Ag. M.Psi sebagai narasumber yang juga seorang Dosen UIN Salatiga, Penulis, Fasilitator Program Sekolah Penggerak Kemendikbud, dan Konselor Biro Psikologi Tazkia Trainer, dan dipandu oleh Ibu Tatiek Fariecha, S.Pd. S.Ip. sebagai MC, para wali santri baru Kelas VII diajak untuk mempelajari, mencatat, dan berdiskusi, perihal parenting yang tepat ketika sudah melepas anak ke pesantren.
Sebagai pembuka, Ustad Maghrobi Alamd selaku Ketua Asrama, menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang aktif antara orang tua dan pembina asrama selama masa adaptasi santri. Pihak asrama berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik, termasuk pemantauan kesehatan dan kebersihan santri. Beliau menegaskan bahwa sekolah dan asrama adalah mitra orang tua, sehingga segala kendala atau laporan dapat dikomunikasikan secara terbuka kepada tim pengurus untuk diselesaikan bersama.
Kemudian, berlanjut pada inti materi, Ibu Widayati Lestari memaparkan aspek psikologis orang tua dan anak. Ibu Widyati menjelaskan bahwa kecemasan yang dirasakan orang tua saat melepas anak ke pesantren adalah hal wajar, namun perlu dikelola dengan niat yang lurus (lillah).
Oleh karenanya, beliau juga memberikan tiga tips parenting yang mesti dipahami oleh wali santri baru. Tiga tips tersebut diantaranya :
- Validasi emosi: Orang tua harus menerima perasaan anak tanpa perlu berlebihan menanyakan “apakah kerasan?” yang justru bisa menambah beban mental anak.
- Komunikasi berkualitas: Sampaikan rasa rindu dengan cara yang positif agar anak merasa didukung, bukan malah merasa bersalah karena meninggalkan orang tuanya.
- Sinergi: Mengikuti jadwal sambangan yang telah ditentukan adalah bagian dari pendampingan yang tepat, karena kunjungan yang terlalu sering justru dapat menghambat proses kemandirian anak.
Tak lupa, Kepala SMP Al Furqan MQ, Bapak Abdul Ghofur, S.Pd. juga menyampaikan bahwa Zoom Parenting ini menjadi komitmen dan program sinergi antara sekolah dan wali santri.
“Sehingga, keberhasilan pendidikan di pesantren memerlukan kerja sama yang solid antara orang tua, pihak sekolah, dan asrama, yang disatukan dengan keikhlasan serta doa yang terus-menerus,” tandas Bapak Abdul Ghofur.

