A Day In My Life

Oleh : Mahir Alfaruq Daizzulhaq Kelas IX Mumtaz

Pagi itu, lebih tepatnya tanggal 8 September 2026, aku bersiap berangkat dari SMP Al-Furqan menuju MAN 2 Jombang. Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) menjadi alasan utama keberadaanku di sana.

Perasaan gugup, tidak percaya diri, hingga pemikiran berlebihan (overthinking) terus menyelimuti setiap langkahku. Namun, aku memilih untuk tidak menghiraukannya.

Aku menutupi kecemasan itu dengan menyibukkan diri. Sedari pagi, segala persiapan telah kumatangkan—seragam, buku, dan alat tulis kumasukkan ke dalam tas. Sebelum berangkat, aku bersama teman-teman seperjuangan sempat belajar bersama di perpustakaan.

Tepat pukul 13.00 siang, usai menunaikan salat Dzuhur, kami berangkat menuju lokasi. Di sepanjang perjalanan, kami berbincang dan bercanda riang demi mengusir rasa gugup. Sesampainya di sana, perlombaan bidang IPA yang kuikuti pun dimulai.

Aku berusaha sekeras mungkin mengerjakannya: meneliti setiap soal, merumuskan penyelesaian, hingga menentukan jawaban terbaik sampai seluruh soal berhasil kuselesaikan.

Sore harinya, sembari menunggu giliran sesi lomba berikutnya, aku dan teman-teman berjalan-jalan menyusuri tiap sudut Pondok Pesantren Darul ‘Ulum yang menjadi lokasi perlombaan. Kami menikmati suasana sambil membeli beberapa jajanan.

Ketika perlombaan sesi selanjutnya—yaitu bidang IPS—dimulai, aku bersama dua teman sebidang memilih beristirahat di musala.

Saat Magrib tiba, teman-temanku yang mengikuti lomba IPS telah selesai mengerjakan soal dan keluar ruangan. Aku yang mulai bosan beristirahat segera menyambut mereka, bertanya-tanya mengenai tingkat kesulitan soal yang baru saja mereka kerjakan.

Tak lama setelah azan berkumandang, kami bergegas kembali menuju pondok pesantren tercinta. Di perjalanan pulang, kami sempat mampir sebentar ke Indomaret sebelum guru pendamping meminta kami segera kembali masuk ke dalam mobil.

Beberapa hari berlalu, hingga Sabtu, 12 September 2026. Saat sedang berganti pakaian untuk bersiap ke sekolah, tiba-tiba seorang teman kamarku berseru:

“Weeh, Mahir lolos sampai tingkat provinsi, e!”

Aku sontak terkejut dan langsung bertanya meminta kejelasan. Ia pun menjelaskan bahwa namaku tercantum sebagai salah satu peserta yang lolos ke tingkat provinsi pada lomba OMI kemarin.

Bahkan berhasil menduduki peringkat dua dari tiga peserta yang lolos. Hatiku berdebar kencang, antara haru dan hampir tak percaya. Rasa syukur mendalam kurasakan dalam dada. Rasanya seperti menerima karunia kebahagiaan yang begitu besar dari Allah SWT.

“Terima kasih, ya Allah, telah melancarkan perjalanan ini.”

Segala rintangan dan perjuangan yang telah terlewati mengajarkanku untuk senantiasa bertawakal dan ikhlas. Dari sembilan siswa SMP Al-Furqan yang berjuang, pencapaian ini menjadi pijakan langkah baru untuk melangkah lebih jauh.

Terimakasih juga kepada kedua orangtua dan para guru yang sudah selalu mendukung dan mendoakan setiap langkahku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Siap Berkompetisi di OMI IPS 2026
Siap Berkompetisi di OMI IPA 2026

Prestasi

Juara 2 Olimpiade Madr...
Terbaik 4 Sing A Long

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman