Oleh : M Yusuf Ahza Habibulloh Kelas IX Salaf 2
Suatu hari, ketika menyadari dirisnya beranjak remaja, Rafa mulai merenungkan tujuan hidupnya. Ia memiliki dorongan kuat untuk mengenali potensi tersembunyi di dalam dirinya agar kelak mampu menjadi pribadi yang bermanfaat serta memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Lalu, untuk menemukan jawaban atas pencariannya, Rafa terinspirasi oleh rekam jejak perjuangan karibnya, Aliza. Melalui arahan Ustadz Aliza, Rafa mendalami gambaran kehidupan santri di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng, Jombang, yang dikenal penuh disiplin dan keteladanan.
Namun, niat suci Rafa terbentur restu keluarga. Sebagai anak tunggal, kedua orang tuanya berat hati melepas Rafa merantau jauh ke Jombang karena kekhawatiran dan rasa cemas akan keselamatan serta kemandirian sang buah hati.
Tetapi, melihat kesungguhan Rafa, gurunya turut pasang badan. Sang guru meyakinkan kedua orang tua Rafa secara bijak bahwa proses merantau dan menimba ilmu agama di pesantren adalah kawah candradimuka yang tepat untuk membentuk kemandirian serta kematangan jati diri Rafa.
Hingga akhirnya, tepat pada tanggal 17 Juni 2024, luluhlah hati kedua orang tua Rafa. Dengan penuh keikhlasan dan doa restu, mereka melepas serta memberangkatkan Rafa menuju Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng Jombang demi menuntunnya menjadi insan yang berakhlak mulia dan berguna bagi sesama.
*) Cerpen motivasi, persahabatan, humor, hingga refleksi kehidupan karya para Santri SMP Al Furqan MQ ini, merupakan hasil praktik workshop penulisan bersama Alfian Bahri yang selalu tayang berkala tiap minggunya.




