Berikut Yang Harus Dilakukan Wali Santri Baru Agar Anak Tidak Mudah Homesick

Perjalanan belajar para santri baru SMP Al Furqan MQ resmi dimulai. Setelah melalui tahap Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kini jam pembelajaran efektif sudah dimulai.

Tentu, para santri baru mengalami perubahan lingkungan yang berbeda dari lingkungan belajar sebelumnya. Mulai dari jam kegiatan belajar di sekolah sampai jam belajar di asrama. Maka wajar, jika di awal proses ini, beberapa dan sebagian santri baru masih mengalami nuansa dan perasaan homesick atau rindu akan kehadiran rumah dan keluarga.

Akan tetapi, perlu digarisbawahi, perubahan lingkungan, ritme berkegiatan, dan jam belajar, seluruhnya memang harus dilalui perlahan. Juga, membutuhkan waktu adaptasi yang sesuai.

Oleh karenanya, Wali Santri Baru juga tak boleh melewatkan kesempatan awal ini untuk terus memberikan dukungan penguatan mental juga niat belajar dengan mengatur jadwal berkomunikasi yang sudah ditentukan.

Dan berikut cara yang bisa ditempuh Bapak-Ibu untuk mengatasi homesick pada anak :

  • Membuat Jadwal Rutinan Harian Yang Teratur : Bapak-Ibu bisa membantu menyusun jadwal harian anak. Dengan rutinitas yang terkendali, anak mudah menyesuaikan jadwal kegiatan dan pembelajaran di asrama.
  • Mendorong Interaksi Rekan Sebaya : Ketika berkomunikasi baik via telepon atau sambangan Bapak Ibu bisa memberikan pesan penting pada anak untuk membangun interaksi positif pada lingkup pertemanannya. Baik di sekolah maupun asrama. Berikan pesan tentang pentingnya bersosial dengan teman, supaya anak tidak merasa sendiri dan perlahan muncul percaya dirinya.
  • Menjalin Komunikasi Terjadwal : Pastikan hari dan jam komunikasi berjalan sesuai jadwal dan peraturan yang berlaku. Tanamkan pemahaman pada anak dan juga keluarga, bahwa komunikasi terjadwal juga penting agar tidak sampai mengganggu aktivitas dan konsentrasi belajar anak.
  • Banyak Mengikuti Kegiatan Sekolah dan Asrama : Dalam berkomunikasi, Bapak Ibu juga mesti mendorong serta menguatkan niat belajar anak agar percaya diri dan aktif dalam mengikuti kegiatan pengembangan bakat minat yang ada di sekolah maupun pesantren. Tekankan pada aspek penambahan keahlian dan potensi yang bisa dikembangkan si anak. Dengan begitu, anak akan termotivasi untuk terus belajar dan fokus dalam mengembangkan bakat minatnya.

Melalui empat metode di atas, maka diharapkan sinergi antara sekolah, pesantren, dan Bapak Ibu akan selalu maksimal dalam mengawal terwujudnya peningkatan mutu dan pelayanan pendidikan di SMP Al Furqan MQ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Back To School : Langkah Baru Se...
Selamat Atas Sukesnya Pemilihan ...

Prestasi

Juara II Nasional Stor...
Juara 3 Banjari ISCO S...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman